ITB dan Karlsruhe Institute of Technology, Jerman Siapkan Talenta Seismik Unggul untuk Keilmuan dan Industri Profesional
Oleh -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali melanjutkan kerja sama dengan Karlsruhe Institute of Technology (KIT), salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jerman dalam bidang teknologi, melalui penyelenggaraan Virtual Summer Course Seismic Data Processing 2026. Program ini memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pengolahan data seismik sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan akademik dan dunia industri geosains.
Kolaborasi ITB dan KIT Berlanjut untuk Keenam Kalinya
Virtual Summer Course Seismic Data Processing telah dimulai sejak April dan diperkirakan selesai pada Juli 2026. Pertemuan dilaksanakan satu kali setiap pekan secara daring.
Penyelenggaraan pada 2026 merupakan pelaksanaan keenam sejak program tersebut pertama kali digelar pada 2021. Setiap tahunnya, kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa, termasuk peserta yang sedang menyelesaikan tugas akhir.
Dosen Teknik Geofisika ITB, Dr.rer.nat. Mohammad Rachmat Sule dan Dr. Fernando Lawrens, berperan sebagai penyelenggara sekaligus pendamping mahasiswa ITB untuk memastikan seluruh rangkaian pembelajaran berjalan lancar.
Mahasiswa Belajar Langsung dari Ahli Pengolahan Data Seismik
Materi perkuliahan disampaikan langsung oleh dosen KIT, yaitu Dr. Thomas Hertweck dan Dr. Lars Houpt. Keduanya merupakan ahli pengolahan data seismik yang memiliki pengalaman luas dalam industri terkait.
Kelas tersebut diikuti oleh mahasiswa KIT serta sejumlah mahasiswa terpilih dari Program Studi Teknik Geofisika ITB.
Dr. Fernando Lawrens mengatakan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah data seismik laut sekaligus memberikan bekal yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengolahan data seismik laut. Selain itu, juga untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia industri karena dibimbing langsung oleh ahli yang hebat,” ujarnya.
Materi Mendukung Penelitian dan Tugas Akhir Mahasiswa
Salah seorang peserta dari ITB, Nadya Putri Widjaya, mengatakan bahwa kelas tersebut memberinya pengalaman dan pengetahuan baru mengenai dasar-dasar pengolahan data seismik serta penggunaan perangkat lunak Shearwater Reveal. Materi yang dipelajari juga dapat diterapkan secara langsung dalam penelitian tugas akhirnya.
“Selama mengikuti kelas, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru, khususnya mengenai dasar-dasar pengolahan data seismik serta penggunaan software Shearwater Reveal. Sebagai mahasiswa yang saat ini sedang mengerjakan tugas akhir, materi yang diberikan sangat relevan dan dapat diaplikasikan langsung dalam penelitian yang saya lakukan,” ujar Nadya, Kamis (25/6/2026).
Peserta lainnya, Pricilia Latupeirissa, berharap pembelajaran dapat terus memberikan porsi yang seimbang antara pemahaman teori dan praktik menggunakan perangkat lunak.
“Harapan saya untuk kelas ini adalah agar pembelajaran dapat terus berjalan seimbang antara pemahaman teori dan implementasinya melalui software. Di samping itu, juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analitis, ketelitian, dan keterampilan praktis mahasiswa dalam mengolah data seismik, serta memperluas wawasan yang relevan untuk kebutuhan akademik maupun dunia profesional,” katanya.
Mempersiapkan Talenta Geosains Berstandar Industri
Selain memberikan pengetahuan mendalam mengenai pengolahan data seismik, program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik dengan standar industri. Pembelajaran tersebut membantu meningkatkan kemampuan analitis, ketelitian, dan keterampilan teknis mahasiswa dalam mengolah data seismik.
Interaksi dengan mahasiswa mancanegara turut memperluas wawasan internasional dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi peluang akademik dan profesional di bidang geosains.
Melalui keberlanjutan kerja sama dengan KIT, ITB berperan dalam mempertemukan pendidikan, keahlian internasional, dan kebutuhan industri. Program ini penting bagi publik karena turut mendukung lahirnya talenta geosains yang memiliki keterampilan teknis, pengalaman praktis, dan wawasan global.

.jpg)

.jpg)



