3 Karya Terbaik Mahasiswa di Electrical Engineering Days 2026: Bantu Komunikasi Siswa Tuli/Bisu, Praktik Dokter Jantung, hingga Alat Dokumentasi Visual Bawah Air
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S. -
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id — Program Studi Sarjana Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), mengumumkan tiga karya terbaik mahasiswa dalam Electrical Engineering Days 2026 di Aula Timur, ITB Kampus Ganesha, Kamis (25/6/2026). Karya atau produk terbaik ini dibagi menjadi tiga kategori.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa Teknik Elektro STEI ITB memamerkan 34 judul karya pengembangan terkini dari Tugas Akhir. Beragam karya tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang solusi teknologi di berbagai bidang, mulai dari kecerdasan buatan, sistem tertanam, robotika, teknologi kesehatan, aksesibilitas pendidikan, hingga eksplorasi bawah air.
Tiga karya mahasiswa mendapatkan penghargaan, masing-masing pada kategori Best Engineering Marketing, Best Engineering Research, dan Best Engineering Design. Ketiganya dinilai memiliki keunggulan masing-masing, baik dari sisi potensi penerapan, kedalaman riset, maupun rancangan teknis.
Best Engineering Marketing: Signwave
.jpg)
Penghargaan Best Engineering Marketing diraih oleh Kelompok Signwave melalui karya “Alat Bantu Komunikasi Dua Arah untuk Siswa Tuli/Bisu”. Karya ini dikembangkan oleh William Gerald Briandelo, Fairuz Apuilla Rahagi, dan Hifzhi Dinullah untuk menjawab tantangan komunikasi yang dihadapi siswa tuli/bisu dalam pembelajaran di sekolah reguler.
Siswa tuli kerap harus menyimak materi lisan dengan membaca bibir pengajar. Kondisi tersebut membuat mereka berisiko tidak menerima informasi secara utuh. Di sisi lain, ketika ingin menyampaikan sesuatu, siswa tuli/bisu sering kali masih membutuhkan sarana tambahan seperti tulisan, yang belum sepenuhnya ideal untuk komunikasi cepat dan interaktif.

Melalui Signwave, mahasiswa mengembangkan sistem penerjemah dua arah berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini mencakup pengenalan bahasa isyarat ke suara atau Sign-to-Speech serta pengenalan suara ke teks atau Speech-to-Text. Dengan teknologi tersebut, penjelasan lisan pengajar dapat diterjemahkan menjadi teks secara real-time, sementara gerakan isyarat siswa dapat dikonversi menjadi suara yang dapat dipahami oleh lingkungan sekitar.
Berbeda dari aplikasi penerjemah konvensional yang kerap bergantung pada koneksi internet cepat atau server cloud, sistem ini dirancang untuk memproses data secara lokal pada perangkat embedded. Pendekatan tersebut memungkinkan latensi rendah sehingga proses penerjemahan dapat berlangsung langsung tanpa jeda yang mengganggu alur komunikasi natural di kelas.
Best Engineering Research: Angiosim

Penghargaan Best Engineering Research diberikan kepada Kelompok Angiosim melalui karya “Cardiac Phantom - Perancangan Wahana Pelatihan Prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau Angioplasty”. Karya yang dikembangkan oleh Tiffany Angel Darmadi, Muhammad Azfar A. Yusup, Goldwin Sonick Wijaya Thaha ini berfokus pada pengembangan wahana pelatihan angioplasti yang realistis dan terjangkau bagi dokter residen maupun spesialis jantung.

Sistem yang dikembangkan berupa wahana pelatihan angioplasti/PCI berbasis sensor dengan aliran dan motion terkontrol. Model fisik ini dirancang untuk menirukan anatomi jantung dan arteri koroner manusia, termasuk respons mekanisnya, sehingga dapat digunakan dalam pelatihan prosedur intervensi koroner.

Salah satu keunggulan utama Angiosim adalah adanya umpan balik resistansi taktil yang dapat dirasakan pengguna melalui model arteri koroner transparan dengan variasi diameter penyempitan. Alat ini juga dilengkapi aktuator mekanis untuk menghasilkan cardiac motion atau getaran jantung, sistem pompa untuk menyimulasikan aliran darah berkelanjutan, serta kamera berfilter digital untuk menghasilkan visualisasi fluoroskopi yang menyerupai layar mesin Cath Lab.
Best Engineering Design: UDIN-ROV

Adapun penghargaan Best Engineering Design diraih oleh Kelompok UDIN-ROV melalui karya “Vehicle Development for Underwater Archaeology Documentation”. Proyek yang dikembangkan oleh Riswandha Mashuri, Wafi Abiyyu Yasin, dan Ibrahim Hanif Mulyana ini menghadirkan Remotely Operated Vehicle (ROV) yang dirancang untuk mendukung survei dan dokumentasi visual bawah air, khususnya pada situs arkeologi maritim seperti sisa-sisa kapal karam.
Eksplorasi situs arkeologi bawah air memiliki tantangan besar, mulai dari risiko penyelaman manusia hingga keterbatasan waktu operasional di bawah air. UDIN-ROV dikembangkan untuk membantu proses dokumentasi secara lebih aman, stabil, dan efisien.

Sistem ROV ini dikendalikan oleh Single Board Computer (SBC) berkinerja tinggi yang terhubung ke permukaan melalui kabel fiber optik. Konfigurasi tersebut memungkinkan transmisi data kendali dengan latensi rendah. Dalam rancangan visualnya, UDIN-ROV memisahkan beban kerja navigasi dan dokumentasi. Sistem menggunakan kamera kedalaman khusus untuk navigasi pilot, sementara perekaman dokumentasi situs dilakukan dengan kamera aksi resolusi tinggi eksternal agar tidak membebani pemrosesan gambar internal.
Didukung desain yang seimbang dan sistem pendorong presisi, prototipe ini menawarkan kemampuan manuver yang andal di lingkungan laut. Karya ini menjadi langkah penting dalam mendukung pelestarian sejarah maritim melalui teknologi yang lebih efisien, sekaligus memiliki arsitektur perangkat keras yang siap dikembangkan lebih lanjut.

EE Days menjadi ruang apresiasi atas proses akademik, riset, dan rekayasa mahasiswa Teknik Elektro ITB. Ketiga karya terbaik tersebut menunjukkan bahwa Tugas Akhir tidak hanya menjadi pemenuhan capaian akademik, tetapi juga dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.
Berbagai karya mahasiswa lainnya dapat diakses di https://stei.itb.ac.id/eedays2026/

.jpg)

.jpg)



