EE Days 2026, Mahasiswa Teknik Elektro ITB Tampilkan Inovasi Tugas Akhir Berbasis Teknologi

Oleh Anggun Nindita -

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id — Program Studi Sarjana Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) menyelenggarakan Electrical Engineering Days (EE Days) 2026 pada Selasa–Kamis (23–25/6/2026), di Aula Timur, ITB Kampus Ganesha. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian akademik mahasiswa tingkat akhir Teknik Elektro ITB melalui pameran hasil tugas akhir, sidang tugas akhir, serta ruang interaksi dengan dosen, alumni, mitra industri, dan masyarakat.

EE Days merupakan agenda tahunan Program Studi Teknik Elektro ITB yang telah diselenggarakan secara reguler sejak tahun 2012. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa tingkat akhir untuk memamerkan karya tugas akhirnya sekaligus menempuh sidang tugas akhir di hadapan dosen Program Studi Teknik Elektro dan penguji dari kalangan alumni maupun profesional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, EE Days 2026 menghadirkan 34 kelompok tugas akhir dengan sekitar 105 mahasiswa. Berbagai karya yang ditampilkan mencerminkan luasnya bidang keilmuan Teknik Elektro, mulai dari Internet of Things (IoT), robotika, sistem energi, sistem komputer, teknologi kesehatan, instrumentasi, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ketua Program Studi Sarjana Teknik Elektro ITB, Dr.Eng. Ir. Infall Syafalni, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa EE Days menjadi bagian penting dari proses akademik mahasiswa Teknik Elektro, khususnya dalam memperlihatkan capaian pembelajaran yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan.

Menurutnya, tugas akhir dan capstone project merupakan bagian penting dalam pendidikan keteknikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan, ilmu, dan keahlian yang telah diperoleh untuk menghasilkan produk atau sistem yang dirancang dengan baik serta memiliki potensi manfaat bagi masyarakat dan industri.

“Capstone sebetulnya merupakan bagian dari sejarah besar pendidikan di ITB. Dalam aktivitas akademik ini, mahasiswa diharapkan menunjukkan kemampuannya, seluruh ilmu dan keahliannya, untuk menghasilkan sesuatu,” ujarnya.

Beliau menambahkan, EE Days menjadi momen penting karena mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akhir secara akademik, tetapi juga berlatih mempresentasikan karya kepada pengguna dan pemangku kepentingan yang lebih luas. Menurutnya, proses tersebut menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia profesional.

“Ini merupakan miniatur bagaimana mahasiswa akan terjun di dunia industri sesungguhnya. Bagaimana mereka menghasilkan produk, mempresentasikan produk kepada user, dan menerima masukan untuk meningkatkan kualitas karya,” katanya.

Ketua EE Days 2026, Ishak Hilton Pujantoro Tnunay, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan ini, mulai dari dosen pembimbing, panitia, tim logistik, tim publikasi, hingga mahasiswa peserta pameran tugas akhir. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra industri dan instansi yang hadir serta memberikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa Teknik Elektro ITB.

“Semoga dukungan dari dunia industri ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat lagi ke depannya antara Teknik Elektro ITB dengan rekan-rekan dari industri serta instansi sekalian,” ujarnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah melalui proses panjang dalam menyelesaikan tugas akhir. Menurutnya, karya yang ditampilkan dalam EE Days merupakan hasil dari kerja keras, waktu, dan dedikasi mahasiswa selama menjalani proses akademik.

“Kepada seluruh peserta pameran tugas akhir, selamat menyajikan karya kalian dengan sebaik-baiknya. Sesi pameran ini merupakan ajang untuk mempromosikan hasil karya kalian,” tuturnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik STEI ITB, Dr.techn. Muhammad Zuhri Catur Candra, S.T., M.T., menyampaikan bahwa EE Days menjadi salah satu kegiatan tahunan yang istimewa bagi Program Studi Teknik Elektro. Ia menilai, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian akademik, tetapi juga sarana untuk mempertemukan mahasiswa dengan ekosistem yang lebih luas, termasuk dunia industri.

Menurutnya, hubungan antara perguruan tinggi dan industri merupakan bagian penting dalam pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut perlu terus dijaga agar proses pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

“Hubungan dan kolaborasi industri ini adalah sesuatu yang harus kita jaga. Ini merupakan ekosistem yang sangat penting untuk pendidikan tinggi,” ujarnya.

Dr. Zuhri juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, mitra industri, dosen, dosen pembimbing, panitia EE Days, serta seluruh pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan masukan yang diperoleh selama pameran sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk dan karya tugas akhir.

“Kepada seluruh mahasiswa, sebentar lagi akan sampai garis finis. Tetap semangat, tetap belajar, berdedikasi, dan jadikan masukan yang diperoleh sebagai hal positif untuk meningkatkan kembali kualitas produk kalian,” katanya.

Ragam Inovasi Tugas Akhir


Berbagai produk tugas akhir yang ditampilkan dalam EE Days 2026 menunjukkan keterkaitan kuat antara pembelajaran teknik elektro dan kebutuhan nyata di masyarakat maupun industri. Di bidang industri dan manufaktur, mahasiswa mengembangkan antara lain Smart Warehouse, yaitu sistem pergudangan cerdas berbasis otomasi robot, IoT, AI, dan cloud backend untuk meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, terdapat MOTOR M8 sebagai sistem pemeliharaan prediktif motor industri, TestMate PCB untuk pemeriksaan papan sirkuit otomatis, serta GENSYS, sistem generator listrik cerdas yang mampu melakukan kontrol dan monitoring secara real-time.

Pada bidang lingkungan, energi, dan pertanian, sejumlah karya diarahkan untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi sumber daya. NetFlow dikembangkan sebagai sistem smart metering untuk memantau konsumsi air dan listrik secara real-time, sedangkan AquaDose dirancang untuk mengontrol dosis bahan kimia pada proses pengolahan air. Mahasiswa juga menghadirkan EFfiton untuk pengolahan air limbah tekstil, LUMIC untuk sistem pencahayaan hortikultura indoor, Veridia sebagai plant growth chamber cerdas, serta TrashVision yang memanfaatkan UAV dan edge computing untuk mendeteksi jenis dan lokasi sampah secara otomatis.

Bidang kesehatan dan teknologi asistif juga menjadi salah satu perhatian dalam pameran ini. Beberapa karya yang ditampilkan antara lain SignWave, sistem komunikasi dua arah berbasis AI untuk mendukung aksesibilitas pendidikan bagi siswa Tuli/Bisu; CathSync, sistem remote catheter untuk membantu dokter mengendalikan kawat kateter dari jarak jauh; AngioSim, wahana pelatihan angioplasti yang menirukan anatomi jantung dan arteri koroner; serta MedEase, smart drug dispenser berbasis IoT untuk membantu lansia mengonsumsi obat secara teratur dan tepat dosis.

Sementara itu, pada bidang robotika, transportasi, dan navigasi, mahasiswa menampilkan T.R.A.C.E sebagai sistem navigasi otomatis untuk mobile robot, TEPAR sebagai indoor positioning system untuk pengujian drone, SLAMET sebagai sistem visual SLAM untuk drone pada area dengan sinyal GPS terbatas, serta SMK atau Sistem Monitoring Kendaraan yang dirancang untuk mendukung aspek keselamatan pada autonomous driving system. Karya lain seperti MarineLens dan UDIN-ROV juga menunjukkan pemanfaatan teknologi bawah air untuk pemantauan biota laut serta dokumentasi situs arkeologi bawah air.

Selain itu, terdapat pula karya yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari dan keselamatan lingkungan. TambaQ dikembangkan sebagai alat ukur kualitas air tambak portabel, MonsTree sebagai sistem monitoring dahan pohon berisiko, Dokter Pohon untuk mendeteksi pelapukan internal batang secara non-destruktif, AniGuard sebagai pengusir hewan otomatis yang aman, Iwaku sebagai sistem pemberian pakan ikan hias berbasis IoT dan AI, ROAR untuk monitoring kebisingan lingkungan, CatchNote untuk dokumentasi diskusi interaktif di kelas, SecondWind sebagai wearable untuk membantu pelari mengatur ritme napas dan langkah, serta JumpX untuk otomasi pelatihan dan penjurian lompat jauh.

#steiitb #teknikelektroitb #eedays2026 #electricalengineeringdays #inovasimahasiswa #sdg4 #qualityeducation #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals #sdg3 #good health and well being #sdg6 #clean water and sanitation #sdg7 #affordable and clean energy #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg12 #responsible consumption and production #sdg13 #climate action