SITH ITB Tutup Tropical Biodiversity Summer Course 2026 dengan Semangat Kolaborasi Global bagi Masa Depan Konservasi
Oleh --- -
Editor Muhammad Efriza Pandia
Dok. SITH ITB
BANDUNG, itb.ac.id – Tropical Biodiversity Summer Course (TBSC) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB tidak hanya menjadi ajang pembelajaran mengenai keanekaragaman hayati tropis, tetapi juga wadah kolaborasi internasional yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara. Melalui rangkaian kegiatan akademik, eksplorasi budaya Nusantara, hingga diskusi lintas negara, peserta memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif mengenai tantangan dan peluang konservasi biodiversitas di kawasan tropis.
Program yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri ini menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan ilmu pengetahuan, praktik lapangan, pertukaran budaya, serta jejaring internasional sebagai bekal menghadapi isu-isu lingkungan global.
Pembelajaran Lintas Negara Bahas Konservasi Hutan

Dok. SITH ITB
Salah satu agenda utama TBSC 2026 adalah kuliah hibrida yang mempertemukan mahasiswa SITH ITB dengan mahasiswa Hiroshima University, Jepang. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Toshihiro Yamada sebagai narasumber yang membahas konservasi hutan dari perspektif global.
Dalam kuliah tersebut, Prof. Yamada menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem hutan sebagai habitat berbagai spesies sekaligus penyangga kehidupan manusia. Ia juga memaparkan tantangan konservasi yang dihadapi berbagai negara, mulai dari perubahan penggunaan lahan hingga dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan ekosistem hutan.
Diskusi berlangsung secara interaktif. Mahasiswa dari Indonesia dan Jepang saling bertukar pandangan mengenai pendekatan konservasi yang diterapkan di masing-masing negara. Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi internasional dalam menjawab persoalan lingkungan yang bersifat lintas batas.
Kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pembelajaran hibrida mampu memperluas ruang diskusi akademik sekaligus memperkuat jejaring antarperguruan tinggi di tingkat global.
Mengenalkan Kekayaan Hayati dan Budaya Nusantara
Selain memperoleh materi akademik, peserta juga diajak mengenal lebih dekat kekayaan biodiversitas dan budaya Indonesia melalui berbagai aktivitas interaktif.
Dalam sesi pengenalan buah-buahan tropis dan rempah Nusantara, peserta mempelajari keragaman komoditas lokal Indonesia beserta karakteristik, manfaat, serta perannya dalam kehidupan masyarakat. Beragam buah tropis dan rempah diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia yang memiliki nilai ekologis, budaya, sekaligus ekonomi.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta internasional untuk mengenal potensi biodiversitas Indonesia, sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara konservasi sumber daya alam dengan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Dok. SITH ITB
Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti lokakarya memainkan angklung, alat musik tradisional Sunda yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Melalui kegiatan tersebut, peserta belajar memainkan musik secara berkelompok, yang sekaligus mengajarkan nilai kolaborasi, harmoni, dan kebersamaan.
Perpaduan antara pengenalan biodiversitas dan budaya menjadi pengalaman unik yang memperlihatkan bahwa pelestarian alam tidak dapat dipisahkan dari pelestarian nilai-nilai budaya masyarakat yang hidup berdampingan dengan lingkungan.
Menutup Program dengan Semangat Kolaborasi Global

Dok. SITH ITB
Rangkaian Tropical Biodiversity Summer Course 2026 resmi ditutup dengan semangat untuk terus memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, riset, dan konservasi keanekaragaman hayati.
Selama penyelenggaraan program, peserta telah mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kuliah bersama para pakar, diskusi ilmiah, praktik lapangan, eksplorasi keanekaragaman hayati, hingga pertukaran budaya. Keseluruhan rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai pentingnya konservasi biodiversitas tropis dalam menghadapi tantangan global.
Pimpinan SITH ITB menyampaikan bahwa TBSC merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata. Melalui keterlibatan peserta dari berbagai negara, program ini diharapkan mampu melahirkan jejaring akademik internasional yang berkelanjutan serta membuka peluang kerja sama riset di masa depan.
Lebih dari sekadar program akademik, Tropical Biodiversity Summer Course 2026 menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif, budaya, dan disiplin ilmu untuk bersama-sama membangun masa depan konservasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas negara, pertukaran pengetahuan, dan pemahaman terhadap kekayaan hayati serta budaya Indonesia, SITH ITB kembali menegaskan perannya sebagai bagian dari komunitas akademik global yang berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati dunia.

.jpg)

.jpg)




