SAPPK ITB Kembangkan Wisata Waterfront Desa Cijambu KBB untuk Buka Peluang Ekonomi Warga
Oleh - - -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG BARAT, itb.ac.id – Tim Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (SAPPK ITB) mengembangkan kawasan wisata waterfront atau wisata tepi air di Desa Cijambu, Kabupaten Bandung Barat, melalui pembangunan akses jalan setapak dan penyusunan masterplan desa wisata. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi sungai sebagai sumber kegiatan ekonomi baru sekaligus mendukung upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Program tersebut menjawab persoalan keterbatasan akses dan peluang ekonomi yang dihadapi masyarakat Desa Cijambu. Berdasarkan data kependudukan tahun 2025, sekitar 633 keluarga atau lebih dari 3.218 jiwa di desa tersebut hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem. Meskipun memiliki lanskap sungai yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata, kawasan tersebut sebelumnya sulit dijangkau karena akses menuju sungai masih berupa jalan tanah yang curam.
Masyarakat Desa Cijambu, khususnya keluarga prasejahtera, petani, pemuda, dan pelaku usaha lokal, menjadi penerima manfaat utama program ini. Pembangunan jalan dengan sistem padat karya memberikan penghasilan tambahan kepada warga, mempermudah mobilitas petani, membuka akses menuju wisata water tubing, serta mendorong munculnya warung dan kegiatan ekonomi baru. Program ini penting bagi publik karena menunjukkan bahwa pengembangan potensi lokal yang terencana dan berkelanjutan dapat menciptakan lapangan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kolaborasi untuk Mengembangkan Potensi Desa
Program Pengabdian kepada Masyarakat ITB tersebut digagas oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB serta dilaksanakan oleh SAPPK ITB. Dalam pelaksanaannya, ITB berkolaborasi dengan Bappeda Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Desa Cijambu, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cijambu.
Kegiatan bertajuk “Membangun Akses Jalan menuju Destinasi Wisata Waterfront dan Menyusun Masterplan Pengembangan Desa Wisata untuk Penanggulangan Kemiskinan di Desa Cijambu” tersebut berlangsung sejak Juni 2025 hingga 31 Mei 2026.
Program ini diketuai Bagas Dwipantara Putra, S.T., M.T., Ph.D., dengan didukung oleh Dr. Akhmad Gunawan; Hanafi Kholifatul Iman, S.T., M.P.W.K.; Fathurrahman, M.PWK; serta Nurul Izzatillah, S.T.
Desa Cijambu yang berada di wilayah perbukitan Kecamatan Cipongkor memiliki kondisi sosial ekonomi yang menantang. Rendahnya pendapatan masyarakat, terbatasnya akses terhadap fasilitas dasar, dan minimnya peluang ekonomi lokal menyebabkan warga memerlukan intervensi strategis untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Di tengah tantangan tersebut, Desa Cijambu memiliki potensi alam berupa aliran sungai dengan lanskap menarik. Selama ini, sungai tersebut terutama dimanfaatkan untuk mendukung irigasi pertanian. Tim SAPPK ITB melihat potensi kawasan tersebut untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata waterfront yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
Namun, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena akses menuju sungai masih berupa jalan tanah yang curam dan sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Pembangunan Jalan Libatkan Warga
Sebagai langkah awal, tim SAPPK ITB bersama mitra membangun jalan setapak yang layak bagi pejalan kaki menuju kawasan sungai. Pembangunan dilakukan menggunakan sistem padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat secara aktif.
Pendekatan tersebut tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memberdayakan masyarakat yang termasuk dalam kelompok miskin ekstrem. Warga yang terlibat dalam pembangunan memperoleh kompensasi berupa upah sehingga program dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung selama proses pengerjaan berlangsung.
Jalan setapak yang telah dibangun juga mempermudah para petani dalam mengambil air dan memantau lahan persawahan. Selain mendukung kegiatan pertanian, akses tersebut membuka jalur menuju kawasan wisata air yang sebelumnya sulit dijangkau.
Masterplan Menjadi Pedoman Pengembangan Wisata
Selain membangun akses fisik, tim SAPPK ITB menyusun Dokumen Masterplan Pengembangan Desa Wisata sebagai pedoman pengembangan kawasan Cijambu dalam jangka panjang.
Masterplan tersebut dirancang agar pembangunan kawasan wisata dapat dilakukan secara terarah, berkelanjutan, tidak merusak lingkungan, serta tetap berlandaskan kearifan dan potensi lokal. Dokumen ini juga membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam memetakan zona wisata dan mempertahankan daya tarik kawasan.
Dengan adanya masterplan, Pemerintah Desa Cijambu memiliki dasar perencanaan yang dapat digunakan untuk mengajukan dukungan pembangunan maupun menarik investasi lanjutan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Memunculkan Kegiatan Ekonomi Baru
Setelah akses menuju sungai dibuka, kawasan tersebut mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata air berupa wahana water tubing. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Desa Cijambu, tetapi juga dari desa-desa di sekitarnya.
Kehadiran wisatawan turut memunculkan kegiatan ekonomi baru. Sejumlah ibu rumah tangga dan pemuda desa mulai membuka warung sederhana yang menjual makanan ringan, minuman hangat, dan kopi kepada para pengunjung.
Melalui kolaborasi pembangunan akses, pemberdayaan warga, dan penyusunan masterplan, Desa Cijambu mulai mengembangkan potensi alamnya menjadi sumber penghidupan baru. Program ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjadi langkah berkelanjutan dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem.

.jpg)

.jpg)




