Riset Suhu Cekungan Bandung Antar Mahasiswa PWK ITB ke Esri User Conference 2026 di San Diego
Oleh Zeba Liqueiza Shakira Kudus - Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
SAN DIEGO, itb.ac.id — Prestasi sebagai penerima Esri Young Scholar Awards (EYSA) Indonesia 2026 mengantarkan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung (ITB), Fajar Nur Adnan, mengikuti Esri Education Summit dan Esri User Conference di San Diego, California, Amerika Serikat, pada 11–17 Juli 2026.
Kedua kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, mahasiswa, serta pakar Geographic Information System (GIS) dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan mengenai perkembangan dan pemanfaatan teknologi geospasial dalam berbagai sektor. Tahun ini, rangkaian kegiatan mengangkat tema “GIS—Creating a More Intelligent World”.
Presentasikan Riset Kenaikan Suhu Cekungan Bandung

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Esri User Conference pada 13–17 Juli 2026. Konferensi dibuka dengan sesi pleno yang menghadirkan pendiri sekaligus CEO Esri, Jack Dangermond, yang membahas peran GIS di tengah perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence.
Selain sesi pleno, konferensi tersebut menghadirkan berbagai sesi pembelajaran, pameran perusahaan dan teknologi, kegiatan jejaring, serta map lounge. Forum ini menjadi ruang bagi para peserta untuk bertukar pengetahuan mengenai pengolahan data spasial sekaligus membangun jejaring dengan komunitas GIS internasional.
Dalam kegiatan tersebut, Fajar mempresentasikan karya yang membawanya meraih EYSA Indonesia 2026, yaitu “The Heat that Hides: Silent Surge in Bandung Basin Temperature”. Karya tersebut mengangkat fenomena peningkatan suhu permukaan di kawasan Cekungan Bandung dan ditampilkan dalam sesi presentasi poster.
“Dari Esri User Conference, saya melihat masih sangat besar potensi pemanfaatan GIS untuk mengatasi berbagai permasalahan perkotaan di Indonesia yang dapat terus dikembangkan,” ujar Fajar.
Bertukar Perspektif dengan Peraih Penghargaan dari 28 Negara

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Fajar memperoleh berbagai pengetahuan dan perspektif baru mengenai potensi, penerapan, serta tantangan penggunaan GIS di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ia juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan penerima Esri Young Scholar Awards dari 28 negara. Menurutnya, setiap peserta membawa pengalaman dan cerita yang berbeda mengenai pemanfaatan GIS untuk menjawab persoalan di wilayah masing-masing.
Fajar berharap penelitian yang dipresentasikannya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan wilayah yang menjadi objek studi, sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan bidang GIS secara lebih luas. Ia pun membuka kesempatan bagi mahasiswa lain yang tertarik untuk berdiskusi mengenai penelitian tersebut maupun pemanfaatan teknologi geospasial.

.jpg)

.jpg)




