Program Pengabdian Masyarakat ITB di Wilayah 3T: Dorong Pertanian Presisi dan Produktivitas Kebun Komunal di Titik Nol Katulistiwa

Oleh -

Editor Muhammad Efriza Pandia


MALUKU, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Melalui Program Pengabdian Masyarakat, ITB menghadirkan pendampingan pertanian presisi dan teknologi tepat guna di Desa Sanafi, Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 10–14 Mei 2026.

Kegiatan bertajuk “Teknologi Tepat Guna Pertanian Presisi dan Cerdas pada Kebun Komunal dan Pekarangan di Desa Sanafi, Pulau Gebe, Halmahera Tengah, Maluku Utara” ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ramadhani Eka Putra bersama tim multidisiplin ITB. Tim tersebut terdiri atas Dr. Acep Purqon dari Fisika FMIPA, Dr. Indria Herman dari FTMD, Dr. Mia Rosmiati dari Rekayasa Pertanian SITH, Dr. Ida Kinasih dari UIN Bandung, serta dua mahasiswa ITB.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam mengembangkan sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kondisi wilayah kepulauan tropis. Melalui pelatihan dan pendampingan langsung, masyarakat diajak mengoptimalkan kebun komunal serta pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus peluang peningkatan ekonomi keluarga.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat Pulau Gebe adalah ketergantungan terhadap pasokan pangan dan sarana pertanian dari luar wilayah. Berbagai komoditas, seperti sayuran, buah-buahan, bibit tanaman, hingga pupuk, masih banyak didatangkan dari pulau lain, terutama dari wilayah Sorong dan sekitarnya. Kondisi ini membuat biaya distribusi dan harga kebutuhan menjadi lebih tinggi bagi masyarakat.

Padahal, Pulau Gebe memiliki potensi sumber daya alam dan lingkungan yang besar untuk dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan. Potensi tersebut dapat dioptimalkan, baik di sektor pertanian, perkebunan, maupun pengelolaan sumber daya hayati setempat.

Hidroponik hingga Biochar

Salah satu kegiatan utama yang mendapat perhatian warga adalah pelatihan budidaya tanaman menggunakan metode hidroponik sederhana. Teknologi ini diperkenalkan sebagai solusi pertanian modern yang efisien dalam penggunaan air dan lahan, sehingga relevan diterapkan di wilayah kepulauan.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada cara menanam sayuran secara praktis dengan hasil yang lebih bersih dan produktif. Di sisi lain, hidroponik juga membuka peluang usaha baru berbasis pangan sehat.

Selain hidroponik, masyarakat mendapatkan pelatihan teknik sambung tanaman untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman buah. Teknik ini penting karena dapat menghasilkan tanaman unggul yang lebih cepat berbuah, memiliki ketahanan lebih baik terhadap penyakit, sekaligus mempertahankan kualitas varietas tanaman bernilai ekonomi tinggi.

Sebagai bagian dari pengembangan kebun produktif jangka panjang, tim pengabdian juga melakukan penanaman bibit buah unggulan, antara lain beberapa jenis pohon durian dan rambutan. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat tropis Pulau Gebe. Penanaman tanaman buah tahunan ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung penghijauan desa.

Untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan, warga Desa Sanafi turut mendapatkan pelatihan pembuatan dan pemanfaatan biochar. Biochar merupakan bahan hasil pembakaran biomassa yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara, serta membantu mengurangi emisi karbon.

Pemanfaatan biochar dinilai potensial karena dapat mengolah limbah organik lokal menjadi produk yang bernilai guna tinggi bagi pertanian masyarakat.

Pelatihan lain yang diberikan adalah pembuatan raised bed atau bedengan tanam yang lebih terstruktur dan efisien. Teknik ini penting untuk memperbaiki drainase, meningkatkan aerasi tanah, serta mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat genangan air. Dengan penerapan sistem raised bed, pengelolaan lahan menjadi lebih rapi dan produktivitas pertanian dapat meningkat.

Dalam upaya mendukung pertanian ramah lingkungan, tim pengabdian juga melatih masyarakat membuat pupuk organik berbahan lokal. Pelatihan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan kebun menjadi pupuk bernilai guna. Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan dan menekan biaya produksi pertanian masyarakat.

Kegiatan lainnya yang mendapat perhatian khusus adalah pendampingan perbaikan kualitas bibit pala. Hal ini penting mengingat pala merupakan salah satu komoditas penting di kawasan Maluku Utara. Pelatihan mencakup pemilihan bibit unggul, teknik pembibitan yang baik, hingga strategi peningkatan kualitas pertumbuhan tanaman pala agar memiliki produktivitas dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pertanian Presisi Berbasis Data

Selain pelatihan teknis, tim pengabdian memperkenalkan konsep pertanian presisi berbasis data dan lingkungan. Pendekatan ini mendorong pengelolaan tanaman yang lebih efisien melalui pemanfaatan teknologi sederhana untuk memantau kondisi tanah, kebutuhan air, dan pertumbuhan tanaman.

Teknologi pertanian presisi diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan hasil pertanian secara lebih efektif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan kearifan lokal dan potensi lingkungan setempat.


Di luar pengelolaan kebun, tim pengabdian juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi masyarakat Desa Sanafi. Pelatihan ini diberikan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang melimpah di wilayah pesisir dan kepulauan seperti Pulau Gebe.

Masyarakat diperkenalkan pada teknik pengolahan kelapa menjadi VCO berkualitas tinggi dengan metode sederhana yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga. Produk ini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan penjualan kelapa mentah.

Selain berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan pelaku usaha rumah tangga, VCO juga memiliki manfaat kesehatan serta peluang pasar yang terus berkembang. Melalui kegiatan ini, warga diharapkan mampu mengembangkan produk olahan berbasis sumber daya lokal yang bernilai jual tinggi sekaligus memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Antusiasme Warga Desa Sanafi

Antusiasme masyarakat Desa Sanafi terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti seluruh sesi pelatihan dan praktik lapangan. Kelompok perempuan desa juga turut diberdayakan melalui pengolahan hasil kebun dan pengembangan pekarangan produktif.

Program ini sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung ekonomi keluarga berbasis sumber daya lokal.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Sanafi, Abdul Suni, hadir secara langsung dan aktif mendorong partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kepemimpinannya sebelumnya juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Kepala Desa Berprestasi Tingkat Nasional.

Pulau Gebe sendiri merupakan wilayah yang unik karena berada di kawasan garis khatulistiwa. Posisi geografis ini menjadikan Pulau Gebe memiliki potensi besar sebagai lokasi pengembangan riset pertanian tropis, khususnya di wilayah titik nol khatulistiwa dan kawasan timur Indonesia.

Selain itu, karakteristik pulau kecil tropis di wilayah ini memperlihatkan interaksi antara geosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Hal tersebut menjadikan Pulau Gebe berpotensi menjadi laboratorium alam untuk penelitian multidisiplin bertaraf internasional.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, ITB berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berkembang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

#itb #itb berdampak #pengabdian masyarakat #pengabdian masyarakat itb #desa sanafi #pulau gebe #halmahera tengah #maluku utara #wilayah 3t #indonesia timur #pertanian presisi #pertanian cerdas #teknologi tepat guna #kebun komunal #pekarangan produktif #hidroponik #biochar #raised bed #pupuk organik #virgin coconut oil #vco #kelapa #pemberdayaan masyarakat #pemberdayaan perempuan #ketahanan pangan #ekonomi desa #pertanian berkelanjutan #riset pertanian tropis #titik nol khatulistiwa #sdg 1 #no poverty #sdg 2 #zero hunger #sdg 4 #quality education #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 10 #reduced inequalities #sdg 12 #responsible consumption and production #sdg 13 #climate action #sdg 15 #life on land #sdg 17 #partnerships for the goals