Orasi Ilmiah Prof. Gatot Yudoko Soroti Peran Strategi Operasi Berkelanjutan dalam Daya Saing Organisasi Indonesia
Oleh Merryta Kusumawati - Teknik Geodesi dan Geomatika, 2021
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id - Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB ITB) menggelar Sidang Orasi Ilmiah Guru Besar di Aula Barat ITB, Sabtu (13/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Prof. Ir. Gatot Yudoko, M.A.Sc., Ph.D., dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peran Strategi Operasi Berkelanjutan dalam Mendukung Daya Saing Organisasi Indonesia”.
Prof. Gatot menegaskan bahwa strategi operasi tidak hanya berfokus pada efisiensi produksi, tetapi juga berperan dalam membangun daya saing, mendorong adaptasi organisasi, dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam praktik manajemen.
“Ini merupakan refleksi dari akumulasi kegiatan tridarma perguruan tinggi saya di ITB,” ujarnya.
Menurutnya, strategi operasi yang awalnya banyak berkembang dalam konteks industri manufaktur di negara maju kini relevan diterapkan di Indonesia, mulai dari perusahaan besar, industri kecil, usaha mikro, hingga organisasi nirlaba.
Strategi Operasi sebagai Fondasi Daya Saing
Menurut Prof. Gatot, strategi operasi mencakup dua keputusan utama, yaitu keputusan struktural dan keputusan berbasis sistem. Keputusan struktural meliputi kapasitas, fasilitas, lokasi, teknologi proses, dan rantai pasok, sedangkan keputusan berbasis sistem mencakup sumber daya manusia, kualitas, pengembangan produk atau jasa, kinerja, rencana operasi, serta organisasi.
Ia menjelaskan bahwa strategi operasi bekerja melalui proses top-down dan bottom-up, yakni strategi korporasi menjadi acuan bagi strategi bisnis dan operasi, sementara pelaksanaan operasi memberi umpan balik terhadap kinerja dan arah strategis organisasi. Dengan demikian, strategi operasi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, daya saing, dan kemampuan adaptasi organisasi.
.jpg)
Relevansi strategi operasi semakin tampak dalam konteks UMKM Indonesia. Berdasarkan gambar distribusi UMKM, terdapat 30.209.069 unit usaha per 31 Desember 2025, dengan konsentrasi terbesar di Pulau Jawa sebanyak 17.551.821 unit usaha, diikuti Sumatera, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Maluku dan Papua. Sebaran ini menunjukkan bahwa strategi operasi penting diterapkan pada UMKM karena setiap wilayah memiliki kapasitas, karakteristik, dan tantangan operasional yang berbeda.
“Operasi juga membantu berkontribusi dalam penciptaan pembangunan daya saing, misalnya melalui strategi biaya, diferensiasi, fokus, atau inovasi nilai,” katanya.
Keberlanjutan dalam Strategi Operasi
.jpg)
Lebih lanjut, Prof. Gatot menekankan bahwa prinsip keberlanjutan perlu diintegrasikan ke dalam strategi operasi, bukan hanya berhenti sebagai komitmen global. Menurutnya, agenda Sustainable Development Goals (SDGs) perlu diterjemahkan ke dalam strategi korporasi, strategi bisnis, hingga strategi operasi agar berdampak langsung pada praktik organisasi.
“Saya mengusulkan ada enam proposisi yang menjadi kerangka konseptual dari strategi operasi berkelanjutan,” tuturnya.
Kerangka tersebut mencakup komitmen global, strategi korporasi dan bisnis berkelanjutan, dinamika proses top-down dan bottom-up, keputusan struktural sistem operasi, serta dampaknya terhadap sumber daya, proses bisnis, dan kinerja organisasi. Dengan demikian, strategi operasi berkelanjutan tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga mendorong kontribusi organisasi terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dari Ragam Organisasi menuju Transformasi Berkelanjutan
Untuk memperkuat kerangka teorinya, Prof. Gatot menggunakan pendekatan studi kasus jamak pada berbagai organisasi, mulai dari perusahaan besar, kawasan industri, pertambangan, kawasan ekonomi khusus, industri kecil, usaha mikro informal, hingga organisasi nirlaba. Ia juga memasukkan kasus yang jarang dibahas dalam literatur strategi operasi Barat, seperti sentra industri sepatu Cibaduyut, usaha daur ulang sampah elektronik di Bogor, food bank di beberapa kota besar, serta Living Lab Banyuwangi dalam proyek pengelolaan sampah plastik.
“Ini unit usaha yang barangkali jarang atau tidak pernah dibahas di dalam literatur Barat,” ungkapnya.
Hasil kajiannya menunjukkan bahwa enam proposisi strategi operasi berkelanjutan dapat dikonfirmasi, meskipun penerapannya berbeda sesuai skala dan jenis organisasi. Temuan tersebut menegaskan bahwa strategi operasi berkelanjutan relevan untuk mendukung transformasi Indonesia, mulai dari digitalisasi, sertifikasi, kemitraan, pengelolaan lingkungan, ekonomi sirkular, net zero emission, hingga kesiapan menghadapi kebijakan global seperti Carbon Border Adjustment Mechanism.
Prof. Gatot juga menekankan pentingnya dukungan bagi UMKM, terutama dalam sertifikasi halal dan digitalisasi proses bisnis.
“Strategi operasi berkelanjutan berkontribusi dalam pembangunan daya saing dan pencapaian Sustainable Development Goals,” tuturnya. Dengan demikian, keberlanjutan dapat menjadi dasar pembentukan strategi operasi yang lebih adaptif, kompetitif, dan relevan dengan tantangan masa depan.
Profil Prof. Ir. Gatot Yudoko
Prof. Ir. Gatot Yudoko, M.A.Sc., Ph.D., lahir di Semarang pada 25 Juli 1961. Beliau merupakan Guru Besar ITB di bidang strategi operasi, dengan bidang keahlian Manajemen Operasi dan Kinerja. Beliau menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Boyolali, kemudian meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari ITB pada 1985 dan Magister Transportasi ITB pada 1990. Setelah itu, beliau melanjutkan studi ke University of Waterloo, Kanada, dan memperoleh gelar Master of Applied Science pada 1993 serta Doctor of Philosophy pada 2000.
Karier akademik Prof. Gatot dimulai sebagai dosen Departemen Teknik Industri ITB sejak 1987 hingga 2005, sebelum kemudian bergabung dengan SBM ITB. Selama berkarier di ITB, beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Departemen Teknik Industri ITB, Ketua Program Studi Magister Sains Manajemen ITB, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Ketua Kelompok Keahlian Manajemen Operasi dan Kinerja SBM ITB, serta Ketua Senat SBM ITB periode 2018-2023.
Dalam bidang penelitian, Prof. Gatot aktif mengembangkan kajian terkait strategi operasi, manajemen operasi dan rantai pasok, logistik hijau, logistik halal, ekonomi sirkular, pengembangan kapasitas UMKM, pengelolaan sampah plastik, serta daya saing organisasi. Beliau juga aktif dalam publikasi ilmiah di jurnal internasional, book chapter, dan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama industri, BUMN, kementerian, lembaga pemerintah, dan pemerintah daerah.
Atas kontribusinya, Prof. Gatot menerima sejumlah penghargaan, antara lain Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden RI pada 2003, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun pada 2007, Penghargaan ITB dalam Bidang Penelitian pada 2017, Satyalancana Karya Satya 30 Tahun pada 2018, Penghargaan ITB dalam Bidang Pengajaran pada 2018, serta Piagam Penghargaan 35 Tahun Pengabdian dari ITB pada 2022.

.jpg)

.jpg)



