Orasi Ilmiah Prof. Dr. Iriawati Bahas Eksplorasi Komprehensi Biosains Tumbuhan: Struktur, Permuliaan, dan Inovasi Terapi Nanomedis
Oleh Aura Salsabila Alviona - Bioteknologi, 2025
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id - Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Orasi Ilmiah di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Sabtu (13/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Iriawati, M.Sc. dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Eksplorasi Komprehensif Biosains Tumbuhan: Struktur, Permuliaan, dan Inovasi Terapi Nanomedis”.
Prof. Iriawati membuka pemaparannya dengan menjelaskan peran vital tumbuhan sebagai organisme penyedia oksigen utama dan produsen primer dalam rantai makanan ekosistem bumi. Beliau menyoroti keselarasan antara struktur, proses fisiologis, serta kemampuan adaptasi tumbuhan yang menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kehidupan di bumi.
Tumbuhan sebagai Kunci Masa Depan
Prof. Iriawati menekankan bahwa masa depan umat manusia sangat bergantung pada bagaimana kita memahami dunia tumbuhan. Beliau memaparkan pentingnya jaringan meristem dan proses embriogenesis sebagai fondasi pertumbuhan.

Salah satu pencapaian riset beliau adalah pengembangan protokol standar induksi poliploidi (penggandaan genom) secara in vitro untuk tanaman Anggrek Kribo (Dendrobium spectabile) asal papua yang terancam punah. Teknologi ini tidak hanya mendukung upaya konservasi di habitat alami, tetapi juga terbukti mampu meningkatkan kualitas tanaman hias dan mengaktifkan jalur biosintesis senyawa metabolit sekunder yang sebelumnya berada dalam masa dorman.
Revolusi Pengobatan melalui Nanomedis Tumbuhan
Selain bidang pertanian dan konservasi, Prof. Iriawati juga memperkenalkan inovasi di bidang biomedis melalui pemanfaatan Plant-Derived Exosome-like Nanoparticles (PDEN) yang membawa revolusi dalam dunia pengobatan. Berbeda dengan nanopartikel sintetis, PDEN yang diisolasi dari tanaman konsumsi seperti buah pepaya terbukti lebih aman bagi tubuh manusia. Hasil riset membuktikan bahwa PDEN pada buah pepaya mampu menurunkan inflamasi, membuka cakrawala baru bagi penyembuhan penyakit degeneratif.
“Struktur seluler tumbuhan mengajarkan kita tentang efisiensi dan ketahanan, pemuliaan memberikan kepastian ketahanan pangan, sementara nanomedis membuka pintu penyembuhan bagi kemanusiaan,” ujar Prof. Iriawati.
Filosofi Pertumbuhan dan Masa Depan Biosains
Menutup orasi yang inspiratif tersebut, Prof. Iriawati menyampaikan pesan filosofis mendalam mengenai perjalanan hidup tumbuhan.
"Perjalanan ontogeni dimulai dari kegelapan. Sebelum tumbuh, biji akan jatuh ke dalam tanah, tertutup dalam kegelapan dan berjuang mencapai cahaya," tuturnya.
Melalui orasi ini, beliau menegaskan bahwa masa depan umat manusia akan berbanding lurus dengan cara kita memahami dan memperlakukan dunia tumbuhan. Integrasi antara efisiensi seluler, ketahanan pangan melalui pemuliaan, serta inovasi nanomedis diharapkan dapat menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan manusia di masa depan.
Profil Prof. Dr. Iriawati
Prof. Iriawati merupakan akademisi senior yang telah mendedikasikan dirinya sebagai staf pengajar di SITH ITB sejak tahun 1988. Gelar Doktoral beliau raih dari Faculty of Agricultural Sciences, Nagoya University, Jepang pada tahun 1996. Saat ini, beliau merupakan pakar di Kelompok Keilmuan Sains dan Bioteknologi Tumbuhan SITH ITB.
Atas dedikasinya, beliau telah dianugerahi berbagai penghargaan, termasuk Satyalancana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden RI, serta Penghargaan ITB bidang Pengembangan Institusi pada 2025. Di sela kesinukan akademiknya, Prof. Iriawati merupakan sosok yang gemar berkebun, berwisata, dan menikmati kuliner bersama keluarga.

.jpg)

.jpg)



