Obituari: Selamat Jalan Purnabakti Guru Besar Teknik Sipil ITB, Prof. Amrinsyah, Ph.D.
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Ir. Amrinsyah, M.S.C.E., Ph.D., purnabakti Guru Besar Teknik Sipil ITB, pada Rabu (29/7/2026), dalam usia 77 tahun.
Prosesi pelepasan jenazah diselenggarakan di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Rabu (29/7/2026), pukul 12.30 WIB. Prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa, dharma bakti, dan pengabdian almarhum kepada ITB, masyarakat, bangsa, dan negara.
Prof. Amrinsyah lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 4 September 1948. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Teknik Sipil ITB dan meraih gelar Insinyur pada tahun 1976. Setelah lulus, ia memulai kiprahnya sebagai perencana struktur dalam berbagai proyek bangunan dan infrastruktur di Indonesia.
Pada periode 1980–1984, Prof. Amrinsyah melanjutkan pendidikan sekaligus berkarya di Amerika Serikat. Ia terlibat dalam berbagai proyek bangunan bertingkat di Minnesota serta melaksanakan penelitian mengenai beton bertulang, struktur, dan perkerasan jalan. Ia juga menjadi asisten pengajar dan peneliti di University of Minnesota.
Prof. Amrinsyah meraih gelar Master of Science in Civil Engineering atau M.S.C.E. dari University of Minnesota pada tahun 1981. Tiga tahun kemudian, ia meraih gelar Doctor of Philosophy atau Ph.D. dari universitas yang sama. Setelah menyelesaikan pendidikan doktor, ia kembali ke Indonesia untuk mengabdikan ilmu dan pengalamannya di ITB.
Sepanjang kiprahnya sebagai akademisi dan insinyur, Prof. Amrinsyah mengabdikan diri sebagai Guru Besar Teknik Sipil ITB, pendidik dan pembimbing akademik, peneliti, konsultan rekayasa struktur, serta narasumber dan pembicara dalam berbagai forum ilmiah.
Kontribusinya tidak hanya dirasakan di lingkungan pendidikan tinggi, tetapi juga dalam pembangunan berbagai infrastruktur strategis Indonesia. Prof. Amrinsyah tercatat terlibat dalam pembangunan Jembatan Cable-Stayed Barelang, Jembatan Galala–Poka, jalur Kereta Api Bandara Soekarno–Hatta, Jalan Tol Jakarta–Cikampek Elevated, dan Bandar Udara Djuanda.
Selain itu, keahliannya turut memberikan kontribusi pada pembangunan berbagai pelabuhan, gedung bertingkat, menara telekomunikasi, serta fasilitas industri dan energi di Indonesia. Kiprah tersebut menunjukkan perannya dalam menghubungkan pengembangan ilmu teknik sipil dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Dalam bidang keilmuan, Prof. Amrinsyah menghasilkan puluhan publikasi nasional dan internasional. Ia juga aktif menjadi pembicara dalam seminar dan konferensi ilmiah serta menulis berbagai buku ajar Teknik Sipil yang digunakan sebagai rujukan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Prof. Amrinsyah turut menjalankan sejumlah peran kepemimpinan akademik di ITB. Ia pernah menjadi anggota Senat ITB, Ketua Komisi V Senat ITB, anggota Majelis Guru Besar ITB, serta Kepala Penerbit ITB. Di lingkungan profesi, ia tercatat menjadi anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Persatuan Ahli Teknik Indonesia (PATI), Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), dan Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI).
Atas dedikasi dan pengabdiannya, Prof. Amrinsyah menerima berbagai penghargaan, antara lain Penghargaan 25 Tahun ITB, Penghargaan 35 Tahun ITB, Penghargaan 40 Tahun ITB, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun, serta Satyalancana Karya Satya 30 Tahun.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa kepergian Prof. Amrinsyah bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi ITB dan dunia pendidikan pada umumnya.
“Pikiran, tenaga, ilmu, serta keteladanan yang telah beliau berikan akan senantiasa menjadi bagian yang berharga dalam perjalanan institusi ini,” ujar Rektor.
Atas nama Keluarga Besar ITB, Rektor menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan serta dapat menerima kepergian almarhum dengan ikhlas.
“Selamat jalan, Prof. Ir. Amrinsyah, M.S.C.E., Ph.D. Terima kasih atas pengabdian, keteladanan, dan warisan nilai yang Bapak tinggalkan untuk ITB dan untuk kami semua. Semoga Allah SWT menempatkan Bapak di tempat terbaik di sisi-Nya,” tuturnya.
Prof. Amrinsyah akan dikenang sebagai pendidik yang menginspirasi para mahasiswa, ilmuwan yang menghasilkan karya dan buku referensi Teknik Sipil, serta insinyur yang turut berkontribusi dalam pembangunan berbagai infrastruktur strategis Indonesia. Ia meninggalkan keteladanan dalam pengabdian kepada ilmu pengetahuan, profesi keinsinyuran, dan Institut Teknologi Bandung.

.jpg)

.jpg)



