Mendalami Desain Produk Kemasan Pangan: Fungsi, Estetika, dan Psikologi Konsumen

Oleh Ahza Asadel Hananda Putra - Mahasiswa Teknik Pangan, 2021

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

JATINANGOR, itb.ac.id - Selasa, 20 Mei 2025, Prodi Teknik Pangan ITB menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk "Desain Produk Kemasan Pangan", dengan pembicara Dr. Nedina Sari, S.Sn., M.Sn., seorang ahli dari Kelompok Keilmuan Manusia dan Desain Produk Industri (KK MDPI), FSRD ITB. Acara yang berlangsung di Gedung Kuliah A Ruang 9609, ITB Kampus Jatinangor ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek krusial dalam perancangan kemasan produk pangan.

Dr. Nedina Sari memaparkan mengenai struktur dalam hal bentuk kemasan, yang juga disebut sebagai bentuk wujud kemasan. Bentuk atau shape adalah wujud yang dapat ditampilkan secara visual dan taktil. Secara psikologis, setiap bentuk dasar kemasan mengandung kesan yang berbeda-beda, dan pemahaman akan kesan-kesan ini sangat penting dalam merancang kemasan yang efektif. Kesan psikologis yang ditimbulkan oleh bentuk kemasan dapat diselaraskan dengan citra produk yang ingin disampaikan kepada konsumen.

Terkait estetika dan daya tarik visual kemasan, Dr. Nedina Sari menekankan bahwa kemasan haruslah menarik dan mudah diingat konsumen, yang dapat dicapai melalui penggunaan warna, bentuk, dan gambar yang tepat. Desain yang unik dan inovatif menjadi kunci menonjolkan produk di antara para pesaing. Selain daya tarik visual, kemasan berperan dalam memberikan jaminan, kepercayaan, dan keyakinan kepada konsumen terhadap kualitas produk yang ditawarkan.

Beliau pun mengulas respons psikologis dari bentuk-bentuk dasar. Bentuk-bentuk seperti lingkaran, kotak/kubikal, dan segitiga memicu respons psikologis yang berbeda pada konsumen. Lingkaran, misalnya, diasosiasikan dengan koneksi, komunitas, dan perasaan nyaman, yang kerap merujuk pada perasaan kewanitaan. Kotak atau kubikal memberikan kesan keteraturan, logika, dan keamanan, serta merepresentasikan bobot dan kepadatan. Sementara itu, segitiga memancarkan energi, kekuatan, dan keseimbangan, serta dapat mereferensikan perasaan maskulin. Pemahaman akan asosiasi psikologis ini memungkinkan perancang kemasan memilih bentuk yang paling sesuai dengan pesan dan target pasar produk.

Dr. Nedina Sari pun membahas filosofi "beyond FORM FOLLOWS FUNCTIONS". Dalam desain kemasan pangan, tidak hanya bentuk yang mengikuti fungsi, tetapi juga fungsi yang dipengaruhi oleh pengalaman konsumen, dan pengalaman tersebut terhubung dengan indra.

Setiap produk memiliki cara pakai masing-masing, dan kemasan harus dirancang untuk memfasilitasi hal tersebut, seperti kemasan yang mudah dibuka atau dituang. Selain itu, kegunaan kemasan dalam aspek lain perlu diperhatikan, termasuk memberikan rasa kemewahan kepada konsumen, memiliki desain universal yang mudah dimengerti dan aman digunakan, serta menyediakan porsi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, termasuk opsi pembelian eceran.

Kuliah tamu ini memberikan wawasan bagi peserta mengenai betapa krusialnya desain kemasan yang mempertimbangkan struktur, estetika, psikologi bentuk, fungsi, dan kegunaan dalam industri pangan.

Reporter: Ahza Asadel Hananda Putra (Teknik Pangan, 2021)

#kuliah tamu #teknik pangan #sith #fsrd #itb berdampak #kampus berdampak #itb4impact #diktisaintek berdampak