Mahasiswa ITB Raih Juara Nasional Kompetisi Web Development, Cegah Dampak Anomali dan Hemat Biaya Penanganan Medis

Oleh Olivia Christy Lismanto - Sistem Teknologi dan Informasi, 2022

Editor Muhammad Efriza Pandia

Tim Furab Cabang ITB meraih juara nasional kompetisi Web Development.

JAKARTA, itb.ac.id – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang tergabung dalam tim "Furab Cabang ITB" meraih Juara 3 dalam kompetisi Web Development I/O Festival 2026 yang diselenggarakan di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat.

Tim ini beranggotakan Randy Verdian (Teknik Informatika), Olivia Christy Lismanto (Sistem Teknologi dan Informasi), dan Melati Anggraini (Teknik Informatika). Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2022.

Dalam ajang tersebut, mereka menghadirkan inovasi berupa Platform Intelijen Berbasis AI untuk Monitoring dan Deteksi Anomali Insiden Program Pangan Pelajar di Indonesia.

Menjawab Krisis Monitoring secara Proaktif

Inovasi ini bernama Pantauin. Platform ini dirancang sebagai sistem imun digital bagi program yang ada untuk mendeteksi sinyal anomali sebelum membesar. Platform ini menjadi solusi sistem pengawasan yang terstruktur, terfragmentasi, dan dapat diakses secara real-time.

Integrasi AI dan Social Listening

Melalui website pantauin.site, platform intelijen aktif ini menggabungkan kekuatan kecerdasan buatan (AI), social listening, dan pelaporan langsung dari warga.

"Integrasi kecerdasan buatan dalam platform ini bukan sekadar alat pelaporan, melainkan langkah preventif untuk memastikan program berjalan aman dan transparan bagi seluruh anak bangsa," ujar Olivia Christy Lismanto.

● Social Listening 24/7: Sistem akan mengumpulkan data secara otomatis dari berbagai kanal seperti X, Instagram, TikTok, dan portal berita;

● Pemrosesan AI: Dengan memanfaatkan Gemini API, platform ini mampu melakukan klasifikasi konten, ekstraksi entitas, hingga deteksi pola dan anomali secara otomatis dari narasi yang beredar;

● Deteksi Risiko: Sistem dapat menghitung skor risiko secara otomatis, mulai dari Low hingga Critical, untuk memberikan peringatan dini kepada pemangku kepentingan.

Untuk menunjang pengawasan publik, Pantauin juga dilengkapi dengan fitur inti seperti Risk Map Indonesia, Pantau Insiden, direktori aduan Laporin, pemantauan live dapur melalui Kawalin CCTV, serta formulir pelaporan masyarakat KitaLapor.

Proyeksi Dampak Masif

Sistem yang dibangun menggunakan teknologi modern ini diklaim jauh melebihi kemampuan pemantauan tim manual. Platform ini mampu memantau lebih dari 38.000 sekolah secara proaktif.

Dashboard pantauin.

Berdasarkan analisis proyeksi yang dilakukan oleh tim, adopsi Pantauin dapat mendeteksi insiden 2 hingga 4 jam lebih cepat dibandingkan mekanisme manual. Platform pengawasan publik berbasis data ini diperkirakan mampu mencegah 15.000 hingga 25.000 jiwa menjadi korban keracunan per tahunnya. Lebih jauh lagi, percepatan deteksi ini berpotensi memberikan penghematan biaya penanganan medis antara Rp63 miliar hingga Rp106 miliar.

#prestasi mahasiswa #kolaborasi #prestasi nasional