ITB Terjunkan 24 Tim Ekspedisi Patriot 2026, Kontribusi Solusi Nyata untuk Kawasan Transmigrasi

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


JAKARTA, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menerjunkan 24 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk bertugas di sejumlah kawasan transmigrasi di Papua, Riau, dan Kalimantan. Tim akan berkontribusi melalui penerapan teknologi, penguatan komoditas unggulan, hingga pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan.

Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 digelar di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dan sejumlah pemangku kepentingan.

Ekspedisi Patriot 2026 merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Transmigrasi dengan 10 perguruan tinggi mitra, termasuk ITB. Program ini diarahkan untuk menghasilkan riset, kajian, pendampingan, dan rekomendasi yang dapat digunakan dalam perencanaan, pembangunan, serta pengembangan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITB, Prof. Dr. Sri Maryati, S.T., MIP., mengatakan, setiap tim ITB terdiri atas satu ketua (dosen) dan lima anggota (alumni).

Tim dari ITB bertugas di lima lokasi, antara lain:

1. 20 tim di Lereh, Kabupaten Jayapura, Papua;

2. 1 tim di Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau;

3. 1 tim di Cahaya Baru, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan;

4. 1 tim di Kerang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur; dan

5. 1 tim di Salim Batu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Prof. Sri mengatakan, penempatan 20 tim sekaligus di Lereh memungkinkan berbagai persoalan kawasan ditangani secara lintas disiplin. Adapun tim yang bertugas di luar Papua akan berfokus pada hilirisasi komoditas unggulan. Di Barelang, misalnya, tim akan mengkaji dan mengembangkan potensi sektor perikanan dan kelautan menjadi rencana bisnis yang siap ditawarkan kepada calon investor.

“Hilirisasi tersebut diharapkan menghasilkan proposal bisnis yang ready to offer. Jadi, potensi komoditas yang ada tidak berhenti pada pemetaan, tetapi dikembangkan menjadi peluang usaha yang layak ditawarkan kepada investor,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan 20 tim ITB di Lereh dibagi dalam beberapa kluster. Kluster hilirisasi dan komoditas unggulan akan berfokus pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah kakao sebagai salah satu komoditas unggulan.

Kluster pengembangan kawasan akan merancang konsep Agropolitan Lereh, yakni pengembangan kawasan yang mengintegrasikan aktivitas pertanian dengan pelayanan, infrastruktur, pengolahan hasil, dan kegiatan ekonomi kawasan.

Kluster reformasi agraria akan mengkaji dan membantu penyelesaian persoalan pertanahan dan permukiman, termasuk konflik lahan serta hubungan antara masyarakat lokal dan pendatang. Kluster kesehatan dan pendidikan akan meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan kapasitas masyarakat.

Adapun kluster terbesar adalah infrastruktur dan konektivitas yang bertugas menangani persoalan air bersih, sanitasi dan air limbah, pengelolaan sampah, energi, telekomunikasi, jalan, jembatan, serta konektivitas perdagangan.

Prof. Sri menjelaskan, pada 2026, tim akan mengimplementasikan studi dan pengumpulan data pada kegiatan tahun lalu agar langsung dirasakan masyarakat.

Tim Ekspedisi Patriot dari ITB mulai diberangkatkan menuju lokasi penugasan pada Jumat (31/7/2026) dan akan bertugas hingga akhir November 2026.

Melalui keterlibatan tersebut, ITB berupaya memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hasil kerja tim diharapkan menjadi pijakan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan kawasan transmigrasi yang produktif, terhubung, mandiri, dan berkelanjutan.

#itb #itb berdampak #ekspedisi patriot 2026 #tim ekspedisi patriot itb #kementerian transmigrasi #pembangunan berkelanjutan #pemberdayaan masyarakat #penerapan teknologi #infrastruktur dan konektivitas #komoditas unggulan #hilirisasi komoditas #agropolitan lereh #reformasi agraria #papua #kepulauan riau #kalimantan #sdg 3 good health and wellbeing #sdg 4 quality education #sdg 6 clean water and sanitation #sdg 7 affordable and clean energy #sdg 8 decent work and economic growth #sdg 9 industry innovation and infrastructure #sdg 10 reduced inequalities #sdg 11 sustainable cities and communities #sdg 17 partnerships for the goals