ITB Lepas 378 Mahasiswa KKN 2026, Wujudkan Pengabdian melalui Sinergi, Solusi, dan Keberlanjutan
Oleh Anggun Nindita -
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Lapangan Basket ITB Kampus Ganesha, Sabtu (25/7/2026). Melalui program yang mengusung tema "Sinergi, Solusi, dan Lestari", ratusan mahasiswa akan terjun langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan salah satu wujud nyata komitmen ITB dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Di ruang kuliah, mahasiswa belajar memahami teori. Di laboratorium dan studio, mahasiswa belajar mengembangkan teknologi dan inovasi. Namun melalui KKN, mahasiswa belajar sesuatu yang tidak selalu dapat diajarkan di dalam kelas, yaitu memahami manusia, bekerja bersama masyarakat, dan menemukan bahwa setiap persoalan nyata membutuhkan solusi yang dibangun melalui kolaborasi, empati, dan ketekunan," ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas meningkatnya antusiasme mahasiswa mengikuti KKN setiap tahunnya. Menurutnya, semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan belajar bersama masyarakat, semakin besar pula peluang ilmu pengetahuan menemukan makna melalui pengabdian.
Rektor ITB juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan KKN, mulai dari Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Humas, para dosen pembimbing, pemerintah daerah dan desa, hingga berbagai mitra yang terlibat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan.

Berbagi pengalamannya saat mengunjungi lokasi KKN pada tahun sebelumnya di Kabupaten Kuningan serta program KKN Berdampak di Aceh, Prof. Tatacipta menyaksikan secara langsung bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan karya yang bermanfaat meskipun dalam waktu yang relatif singkat.
"Saya semakin yakin bahwa ketika mahasiswa ITB hadir dengan kerendahan hati dan kemauan untuk bekerja bersama masyarakat, ilmu pengetahuan benar-benar dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata," tuturnya.
Ia pun berpesan agar mahasiswa tidak datang ke masyarakat dengan tujuan menggurui, melainkan untuk belajar bersama.
"Dengarkan lebih banyak daripada berbicara. Amati lebih banyak daripada menyimpulkan. Bangun kepercayaan sebelum menawarkan solusi," pesannya.
Rektor juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, keselamatan, disiplin, serta nama baik ITB selama menjalankan KKN. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi salah satu perjalanan penting yang membentuk mahasiswa menjadi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa KKN merupakan salah satu program unggulan ITB yang menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi secara langsung di tengah masyarakat.
"Melalui KKN, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung bersama masyarakat, sekaligus mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi lintas disiplin, keterampilan memecahkan masalah, serta kepekaan terhadap masyarakat sebagai bekal menjadi lulusan ITB yang berintegritas, adaptif, dan berdampak," ujarnya.

Pada tahun 2026, sebanyak 378 mahasiswa dari 11 fakultas dan sekolah di tiga kampus ITB mengikuti KKN. Peserta terdiri atas 187 mahasiswa laki-laki dan 191 mahasiswa perempuan, dengan rincian 229 mahasiswa dari Kampus Ganesha, 85 mahasiswa dari Kampus Jatinangor, dan 64 mahasiswa dari Kampus Cirebon. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 342 mahasiswa, menunjukkan semakin tingginya minat mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
KKN ITB Tahun 2026 dilaksanakan melalui tiga skema kegiatan. Skema utama, yaitu KKN Tematik, melibatkan 342 mahasiswa yang terbagi ke dalam 17 kelompok di Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Berdasarkan hasil survei lapangan, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang berfokus pada lima tema utama, yakni penyediaan air bersih, energi, sanitasi, pendidikan, dan infrastruktur.
Selain itu, terdapat KKN Mandiri Subang di Desa Cintamekar, Kabupaten Subang, yang bekerja sama dengan Wakaf Salman melalui pengembangan perkebunan kelengkeng pada lahan wakaf produktif. Sementara itu, KKN Mandiri Cirebon dilaksanakan di Desa Guwa Lor, Kabupaten Cirebon, bekerja sama dengan Rumah Amal Salman melalui program optimalisasi akses air bersih sebagai keberlanjutan Program Tirta Masjid.
Mengusung tema "Sinergi, Solusi, dan Lestari", KKN ITB Tahun 2026 menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus dirancang agar manfaatnya dapat terus dirasakan setelah program berakhir.
Rangkaian KKN telah melalui berbagai tahapan, mulai dari proses rekrutmen yang diikuti 546 pendaftar, pembekalan peserta, survei lapangan, hingga implementasi program yang berlangsung pada 25 Juli–18 Agustus 2026. Selanjutnya, akan dilakukan monitoring pada September dan Oktober untuk mengevaluasi pelaksanaan serta keberlanjutan program bersama masyarakat dan mitra. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Showcase KKN ITB 2026 pada 27 November 2026 sebagai ajang diseminasi hasil, inovasi, dan pembelajaran mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Prof. Irwan berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan masyarakat sebagai mitra belajar.
"Kehadiran Saudara diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan oleh masyarakat setelah KKN berakhir," ujarnya.
Melalui KKN, ITB terus memperkuat perannya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga mendorong lahirnya solusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat pengabdian.

.jpg)

.jpg)




