ITB dan PT Chindo Business Center Jalin Kemitraan untuk Pengembangan SDM, Riset, dan Inovasi Industri

Oleh Anggun Nindita -

Editor Anggun Nindita


BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Chindo Business Center resmi menandatangani Nota Kesepahaman guna memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, inovasi, serta hilirisasi teknologi. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, pada Senin (20/7/2026).

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan bahwa ITB tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis yang menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat dan industri melalui riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

"Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan SDM melalui berbagai program pelatihan, memperkuat riset dan inovasi, serta membuka peluang komersialisasi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia industri maupun masyarakat," ujarnya.

Beliau berharap bahwa Nota Kesepahaman ini tidak berhenti sebagai dokumen formal semata, melainkan segera diwujudkan dalam berbagai program dan proyek implementasi yang memberikan dampak nyata bagi kedua belah pihak.

Sementara itu, Direktur Utama PT Chindo Business Center, Sinny (Han XuYa), menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun kemitraan strategis antara Indonesia dan China, khususnya melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.

Ia mengapresiasi reputasi ITB sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang telah melahirkan banyak ilmuwan, insinyur, dan pemimpin bangsa. Menurutnya, kapasitas akademik ITB menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan industri berbasis teknologi.


"Kerja sama ini akan memberikan perhatian khusus pada perkembangan industri kendaraan energi baru (new energy vehicles) dan teknologi cerdas (smart technology) yang berkembang pesat di Indonesia seiring meningkatnya investasi perusahaan-perusahaan internasional, termasuk dari China," ungkapnya.

Melalui kemitraan ini, kedua pihak akan mendorong berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari penyelenggaraan program pelatihan, penelitian terapan (applied research), transfer teknologi (transfer of technology), magang industri, hingga pengembangan talenta yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menjembatani keunggulan akademik ITB dengan kebutuhan nyata sektor industri, sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang siap diterapkan.

Lebih lanjut, Sinny menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan awal dari kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada pembangunan ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan pendidikan, riset, dan industri.

"Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan China melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," tuturnya.

#itb #mou #international collaboration #sdg4 #quality education #sdg7 #affordable and clean energy #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg13 #climate action #sdg17 #partnerships for the goals