ITB dan Pemkab Kepulauan Mentawai Perkuat Kolaborasi untuk Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Oleh --- -

Editor Muhammad Efriza Pandia

MENTAWAI, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai. Pada Rabu (24/6/2026), tim ITB melakukan kunjungan kerja dan berdiskusi langsung dengan Bupati Kepulauan Mentawai beserta jajaran organisasi perangkat daerah untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan rencana aksi kolaborasi strategis ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, tim ITB memaparkan rekam jejak kontribusi kampus di Kepulauan Mentawai. Sejak 2021 hingga 2026, ITB telah melaksanakan sekitar 17 program pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai Rp2,4 miliar.

Salah satu program yang mendapat apresiasi dari Pemkab Kepulauan Mentawai adalah pembangunan dermaga sederhana yang dirancang oleh dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Prasanti Widyasih Sarli, S.T., M.T., Ph.D. Infrastruktur tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Bupati Kepulauan Mentawai menyampaikan apresiasi atas berbagai kontribusi ITB dan berharap kerja sama antara kedua pihak dapat terus diperluas melalui sejumlah program baru yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Poin-Poin Strategis Usulan Kerja Sama Pemkab Kepulauan Mentawai dan ITB

1. Pendidikan dan Afirmasi Peningkatan SDM

Pemkab Kepulauan Mentawai berharap ITB dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan jenjang SMP dan SMA sehingga lulusan dari Mentawai memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan ke Kota Padang maupun perguruan tinggi di Pulau Jawa, khususnya ITB.

Selain itu, Pemkab mengusulkan program afirmasi berupa pendampingan dan seleksi khusus berbasis perjanjian kerja sama (PKS) atau nota kesepahaman (MoU) guna memfasilitasi siswa berprestasi asal Mentawai untuk melanjutkan studi di ITB.

Program peningkatan kapasitas guru juga diharapkan dapat terus berlanjut, termasuk pelatihan metode pembelajaran matematika yang menyenangkan seperti yang sebelumnya dibawakan oleh Prof. Dr. M. Salman A.N., S.Si., M.Si.

2. Penyusunan Master Plan Tata Ruang dan Pariwisata

Pemkab Kepulauan Mentawai meminta pendampingan ITB dalam penyusunan master plan tata ruang wilayah, khususnya untuk mengantisipasi pertumbuhan kawasan pariwisata, seperti pembangunan resort dan hotel.

Perencanaan tersebut dinilai penting agar pengembangan kawasan dapat berjalan secara terarah, didukung standar infrastruktur yang memadai, sistem transportasi yang terintegrasi, serta mampu menghindari pembangunan yang tidak tertata di masa mendatang.

3. Infrastruktur, Energi, dan Logistik

Pada sektor pertanian, Pemkab Kepulauan Mentawai mendorong penerapan teknologi pompa hidram untuk mengatasi kendala irigasi pada lahan yang posisinya lebih tinggi dari sumber air sungai. Teknologi yang dikembangkan oleh Dr.Eng. Ir. Yuli Setyo Indartono, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB tersebut memanfaatkan gaya gravitasi tanpa memerlukan sumber energi eksternal. Selain itu, opsi pemanfaatan pompa berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga menjadi alternatif yang akan dikaji untuk meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Di bidang energi, Pemkab juga berharap adanya pengembangan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, khususnya PLTS, guna mengurangi ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Sementara itu, tingginya biaya pengiriman material bangunan dari Kota Padang mendorong perlunya penelitian mengenai potensi bahan galian C lokal, termasuk pengembangan teknologi cairan pengeras tanah yang dapat mengurangi penggunaan semen dan aspal.

4. Optimalisasi Potensi Lokal dan Ekonomi Kreatif

Pemkab Kepulauan Mentawai tertarik mengadopsi alat pengering rotan yang dikembangkan oleh ITB. Hal ini sejalan dengan potensi daerah, mengingat sekitar 60 persen sumber rotan di Sumatra Barat berasal dari Kepulauan Mentawai.

Selain itu, dibahas pula pengembangan teknologi penyimpanan dingin (cold storage) untuk menjaga kesegaran hasil pertanian dan perikanan sehingga memiliki daya simpan lebih lama dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pada sektor ekonomi kreatif, pengembangan produk cenderamata khas Mentawai juga menjadi salah satu fokus untuk mendukung pertumbuhan pariwisata daerah.

5. Digitalisasi, Kesehatan, dan Kelautan

Pemkab Kepulauan Mentawai mengusulkan penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk untuk mempermudah pembayaran pajak dan meminimalkan potensi kehilangan pendapatan daerah.

Di bidang kesehatan, dikembangkan gagasan layanan konsultasi medis jarak jauh melalui aplikasi yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan dokter. Pengembangan layanan ini akan didukung dengan penguatan infrastruktur internet di wilayah kepulauan.

Sementara itu, pada sektor kelautan, Pemkab berharap keahlian bidang oseanografi ITB dapat mendukung tata kelola kawasan pesisir, termasuk pengendalian penambangan pasir pantai agar tidak merusak potensi wisata, sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana, seperti tsunami dan gempa bumi.

Aksi Nyata yang Sedang Berjalan

Sebagai bentuk keberlanjutan program, sejumlah dosen ITB saat ini tengah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kepulauan Mentawai dalam jangka waktu yang lebih panjang, mencakup bidang pendidikan, astrowisata, pengembangan wilayah, hingga pemanfaatan sumber daya alam.

Di antaranya adalah Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., dari Program Studi Kimia ITB dan Dr. Lamona Irmudyawati Bernawis, M.Sc., dari Kelompok Keahlian Oseanografi ITB yang berfokus pada implementasi teknologi pemisahan air laut menjadi garam dan air bersih siap minum untuk memenuhi kebutuhan domestik masyarakat kepulauan.

Kolaborasi ini juga melibatkan sejumlah dosen dan peneliti lintas disiplin, mulai dari Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Dr.-Ing. Zulfiadi Zulhan, S.T., M.T., IPU.; Poetro Lebdo Sambegoro, M.Sc., Ph.D., dan Dr. Eng. Evan Philander, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB; Alhilal Furqan, B.Sc., M.Sc., Ph.D., dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB; Karina Aprilia Sujatmiko, S.Si., M.T., Ph.D., dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB; serta Jananda Nuralam Indriyanto, S.T., M.Sc. dari Program Studi Teknik Geologi ITB. Keterlibatan tim multidisiplin ini menunjukkan komitmen ITB dalam menghadirkan solusi yang komprehensif bagi berbagai tantangan pembangunan di Kepulauan Mentawai.

Selain terlibat sebagai bagian dari tim pengabdian, Karina Aprilia Sujatmiko juga mewakili Direktorat Kemitraan ITB untuk mengawal implementasi nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai agar dapat ditindaklanjuti menjadi program dan kegiatan konkret melalui perjanjian kerja sama (PKS). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan kolaborasi dan memperluas dampak program bagi masyarakat Mentawai.

Tak hanya itu, program riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kepulauan Mentawai juga akan terus dioptimalkan melalui kemitraan strategis bersama ITB.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, ITB dan Pemkab Kepulauan Mentawai berkomitmen memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

#itb #pengabdian masyarakat #itb berdampak #kepulauan mentawai #sdg4 #quality education #sdg6 #clean water and sanitation #sdg7 #affordable and clean energy #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg14 life below water #sdg17 #partnerships for the goals