CRT-02 Cerberus Racing Team ITB: Pengembangan Mobil Formula Student Berbasis Efisiensi, Adaptasi Regulasi, dan Inovasi Mahasiswa

Oleh Merryta Kusumawati - Teknik Geodesi dan Geomatika, 2025

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Cerberus Racing Team (CRT) resmi memperkenalkan CRT-02, mobil formula student generasi terbaru yang dikembangkan sebagai hasil evaluasi dari kendaraan sebelumnya. Peluncuran ini berlangsung di Aula Barat ITB, Senin (23/6/2026) sebagai bagian dari Grand Launch CRT-02, sekaligus menandai kesiapan tim menghadapi kompetisi Formula Student di Jepang. Pengembangan CRT-02 menegaskan pendekatan rekayasa berbasis iterasi, efisiensi biaya, serta kolaborasi multidisiplin yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi teknik di ITB.

Latar Belakang Pengembangan dan Adaptasi Regulasi

CRT-02 lahir dari proses evaluasi terhadap kendaraan generasi sebelumnya serta penyesuaian terhadap perubahan regulasi kompetisi internasional. Tim menekankan bahwa pengembangan bukan sekadar penyempurnaan, tetapi perancangan ulang sistem kendaraan.

Muzhaffar Omar Priambodo, Ketua Cerberus Racing Team ITB, menjelaskan bahwa pendekatan ini dipengaruhi oleh pengalaman kompetisi sebelumnya.

“Ini merupakan evaluasi mobil kedua kami yaitu CRT-02 hasil dari evaluasi mobil CRT-01 yang telah kami lombakan di Jepang tahun lalu,” ujarnya.

Selain faktor evaluasi, perubahan regulasi menjadi pendorong utama desain ulang sasis dan sistem kendaraan. Hal ini membuat CRT-02 memiliki karakter yang berbeda secara struktural dibanding generasi sebelumnya, termasuk penyesuaian ukuran kendaraan, ergonomi pengemudi, serta penyederhanaan komponen aerodinamika.

Inovasi Teknik: ECU Student-Built dan Pendekatan Aerodinamika Efisien

CRT-02 mengusung berbagai inovasi teknik yang dikembangkan secara mandiri oleh mahasiswa, termasuk sistem kontrol mesin berbasis Electronic Control Unit (ECU) student-built. Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan performa mesin dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan sistem komersial.

Selain itu, pendekatan aerodinamika juga mengalami penyederhanaan signifikan, dengan penghapusan beberapa komponen seperti front wing dan rear wing, yang digantikan dengan pendekatan desain alternatif berbasis sirip belakang (sharp fin).

Dalam aspek inovasi, tim mengembangkan pendekatan personalisasi pada sistem kemudi serta pemanfaatan material komposit karbon yang lebih variatif untuk menyeimbangkan kekuatan dan efisiensi bobot.

Omar menegaskan bahwa keterbatasan justru menjadi pemicu inovasi teknis tim. “Kami menggunakan ECU buatan sendiri karena ECU pada umumnya itu harganya cukup mahal dan kami ingin menekan biaya,” katanya.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana keterbatasan sumber daya mendorong eksplorasi solusi rekayasa yang lebih kreatif dan kontekstual.

Proses Pengembangan

Proses pengembangan CRT-02 melibatkan tahapan desain digital, fabrikasi, hingga integrasi sistem kendaraan yang dilakukan secara bertahap oleh berbagai divisi teknis.

Kolaborasi Multidisiplin dan Arah Pengembangan ke Depan

Pengembangan CRT-02 melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari berbagai program studi seperti teknik mesin, elektro, industri, hingga desain produk. Selain itu, dukungan dari dosen, laboratorium ITB, serta mitra industri turut memperkuat proses rekayasa kendaraan.

Tim juga memanfaatkan fasilitas seperti makerspace, laboratorium teknik produksi, serta dukungan vendor untuk proses fabrikasi komponen tertentu. Kolaborasi ini membentuk ekosistem pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi antara akademisi dan industri.

Dalam konteks pengembangan ke depan, CRT-02 direncanakan untuk terus digunakan dan disempurnakan melalui siklus iterasi, termasuk kemungkinan digunakan dalam lebih dari satu kompetisi internasional.

Omar menekankan pentingnya proses pembelajaran berkelanjutan dalam pengembangan tim.

“Kami ingin mobil ini terus berkembang dan bisa digunakan lagi untuk kompetisi berikutnya, serta terus dilakukan improvement dari hasil testing,” ujarnya.

Selain itu, dalam peluncuran di Aula Barat ITB, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. juga memberikan pesan terkait pentingnya proses dan konsistensi dalam inovasi. Prof. Tata berpesan agar jangan berhenti berinovasi dan menikmati setiap prosesnya karena hal terpenting adalah terus melakukan pengembangan.

Dengan pendekatan berbasis iterasi, kolaborasi lintas disiplin, dan inovasi berbasis keterbatasan, CRT-02 tidak hanya menjadi kendaraan kompetisi, tetapi juga representasi pembelajaran rekayasa modern di lingkungan ITB yang adaptif terhadap tantangan teknologi global.

#itb #itb berdampak #cerberus racing team #crt 02 #formula student #formula student japan #mobil formula student #inovasi mahasiswa #rekayasa kendaraan #teknologi otomotif #kolaborasi multidisiplin #pembelajaran berbasis proyek #sdg 4 #quality education #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 17 #partnerships for the goals